Portal berita terkini yang menyajikan berita terbaru di Borneo maupun skala Nasional. Dapatkan update berita hari ini.

Penguatan Demokrasi Berbasis Budaya: DPRD Kaltim Gelar Dialog Bersama Warga Sangatta Utara

penguatan-demokrasi-berbasis-budaya-dprd-kaltim-gelar-dialog-bersama-warga-sangatta-utara

Sangatta Utara, 7 Oktober 2025 — Dalam rangka menjalankan tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat, Dr. Agusriansyah Ridwan, S.IP., M.Si., anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, kembali menggelar kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ke-9 di Aula Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, pada Selasa (7/10/2025).

Kegiatan ini mengangkat tema yang sangat relevan dan mendalam, yakni: “Pemerintah yang Baik Bersumber dari Nilai Budaya Bangsa”, dengan tujuan menggali dan menghidupkan kembali peran nilai-nilai budaya lokal dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang demokratis, bersih, dan partisipatif.

Demokrasi yang Berakar pada Budaya

Dalam sambutannya, Dr. Agusriansyah Ridwan menekankan pentingnya pendekatan budaya dalam membangun sistem pemerintahan yang baik dan dipercaya rakyat. Menurutnya, demokrasi tidak bisa hanya dilihat sebagai sistem politik semata, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan sosial yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya bangsa seperti gotong royong, musyawarah, kejujuran, dan tanggung jawab.

“Pemerintah yang baik tidak hanya dilihat dari struktur dan aturan formal, tetapi juga dari sejauh mana nilai-nilai budaya bangsa menjadi dasar dan ruh dalam pengambilan kebijakan serta pelayanan publik. Di sinilah pentingnya demokrasi yang tidak tercerabut dari akar budayanya,” ungkapnya di hadapan puluhan peserta yang hadir.

Narasumber Berkompeten, Dialog yang Konstruktif

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama yang memberikan pandangan dan wawasan strategis mengenai hubungan antara budaya dan demokrasi:

  • Ibu Ulfa Jamilatul Farida, seorang akademisi dan praktisi sosial, yang dalam paparannya menyoroti bagaimana nilai-nilai kearifan lokal dapat menjadi penguat partisipasi masyarakat dalam proses pemerintahan. Ia menekankan bahwa budaya tidak hanya warisan masa lalu, tetapi sumber nilai yang dapat dijadikan acuan dalam menyusun kebijakan publik yang adil dan inklusif.
  • Bapak Dwik, seorang pemerhati kebijakan publik, menyampaikan bahwa nilai-nilai budaya seperti keterbukaan, tanggung jawab kolektif, dan penghargaan terhadap perbedaan sangat penting dalam menciptakan suasana demokrasi yang sehat dan berkelanjutan. Ia juga menekankan perlunya kolaborasi antara masyarakat sipil dan pemerintah dalam memperkuat transparansi serta akuntabilitas.

Diskusi dipandu dengan apik oleh Riswan sebagai moderator. Ia berhasil menciptakan suasana dialog yang dinamis dan terbuka, memfasilitasi berbagai pandangan dan pertanyaan dari peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari tokoh masyarakat, perangkat kelurahan, pemuda, hingga warga umum.

Antusiasme dan Harapan Masyarakat

Peserta kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap sesi. Beberapa warga menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini karena dinilai membuka ruang dialog antara wakil rakyat dan konstituen secara langsung, serta memberikan pemahaman baru mengenai hubungan antara budaya dan pemerintahan.

Salah satu peserta, Pak Darman, warga RT 06 Kelurahan Teluk Lingga, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk mempererat hubungan antara masyarakat dan pejabat publik.

“Selama ini kita kadang hanya lihat pemerintah dari jauh. Tapi dengan acara seperti ini, kita merasa lebih dekat dan bisa menyampaikan aspirasi langsung,” ujarnya.

Bagian dari Komitmen Legislator

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program rutin Dr. Agusriansyah Ridwan dalam menjalankan fungsi edukasi politik dan pemberdayaan masyarakat di daerah pemilihannya. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang diskusi sesaat, tetapi juga dapat mendorong kesadaran kolektif masyarakat untuk terus menjaga demokrasi yang sehat, transparan, dan berkeadilan dengan berlandaskan nilai-nilai luhur budaya bangsa.

“Kita ingin demokrasi tidak hanya hadir lima tahun sekali saat pemilu, tapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, baik dalam keluarga, lingkungan, hingga pemerintahan,” pungkasnya.

Penutup

Dengan berakhirnya kegiatan ini, para peserta membawa pulang pemahaman baru tentang pentingnya integrasi antara nilai budaya bangsa dan sistem demokrasi. Penguatan Demokrasi Daerah ke-9 ini menjadi momentum penting dalam mendorong kesadaran kolektif masyarakat untuk terus aktif berpartisipasi dalam pembangunan dan pengawasan pemerintahan yang baik di Kalimantan Timur.

 

Tags : AGUSRIANSYAH RIDWAN penguatan demokrasi
Bagikan :

© PT Media Borneo Kekinian . All Rights Reserved. Design by HTML Codex