Portal berita terkini yang menyajikan berita terbaru di Borneo maupun skala Nasional. Dapatkan update berita hari ini.

Diskominfo Kutim Andalkan GSM Booster: Solusi Atasi Blank Spot Sinyal

diskominfo-kutim-andalkan-gsm-booster-solusi-atasi-blank-spot-sinya

‎‎Sangatta, - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menerapkan strategi efisien biaya untuk memperluas layanan telekomunikasi di wilayah pedalaman. Alih-alih membangun menara telekomunikasi konvensional yang mahal, Diskominfo memilih menggunakan teknologi GSM Booster (penguat sinyal).

‎Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Diskominfo Kutim, Sulisman, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk mengatasi masalah sinyal lemah di daerah permukiman dan kampung terpencil.

‎"Kami juga pernah membangun GSM booster, kayak semacam penguat sinyal. Jadi, daerah kampung atau pemukiman yang sinyalnya lemah, kami pasang GSM booster untuk menguatkan sinyal itu,” ujar Sulisman belum lama ini.

‎Sulisman menekankan bahwa penggunaan GSM Booster menawarkan efisiensi anggaran yang signifikan. Biaya pembangunan satu unit GSM Booster hanya berkisar antara Rp500 juta hingga Rp550 juta.

‎Angka ini jauh lebih hemat dibandingkan biaya pembangunan satu menara tower besar yang bisa mencapai miliaran rupiah. Penghematan biaya tersebut ditaksir mencapai lebih dari 50% hingga 90% dibandingkan pembangunan menara konvensional.

‎Meskipun memiliki jangkauan terbatas—yakni hanya sekitar 1 kilometer GSM Booster dinilai sangat efektif untuk memenuhi kebutuhan komunikasi harian masyarakat di titik-titik vital yang terisolasi sinyal.

‎Sejak tahun 2023 hingga 2024, Diskominfo Kutim telah berhasil membangun 24 unit GSM Booster di berbagai lokasi blank spot prioritas. Pembangunan penguat sinyal ini diprioritaskan di daerah pedalaman atau yang mengalami blank spot total, sementara wilayah perkotaan seperti Sangatta dinilai telah memiliki jangkauan yang memadai.

‎Menurut Sulisman, solusi ini terbukti efektif dalam memastikan kapasitas sinyal yang memadai untuk kebutuhan dasar komunikasi warga.

‎Meski demikian, upaya perluasan lanjutan pada tahun ini menghadapi kendala anggaran. Sulisman mengungkapkan bahwa Diskominfo sebenarnya menargetkan pembangunan lima hingga sembilan unit booster baru pada tahun 2024, termasuk rencana untuk Desa Margo Rahayu di Batu Ampar.

‎“Sebenarnya kemarin kita juga ada program di sana mau membangun tahun ini, sebanyak lima atau enam, tapi sampai sembilan malah. Tapi itu tadi, lagi-lagi kita karena ada efisiensi anggaran, akhirnya kita belum bisa membangun itu tahun ini,” pungkasnya.(ADV)

Tags : Kutai Timur
Bagikan :

© PT Media Borneo Kekinian . All Rights Reserved. Design by HTML Codex