Portal berita terkini yang menyajikan berita terbaru di Borneo maupun skala Nasional. Dapatkan update berita hari ini.

‎Dilema Infrastruktur Kutim: Jaringan Telekomunikasi Tak Merata, Diskominfo Terjepit Anggaran dan Logika Profit Provider ‎

dilema-infrastruktur-kutim-jaringan-telekomunikasi-tak-merata-diskominfo-terjepit-anggaran-dan-logika-profit-provider

‎‎Sangatta, - Masalah blank spot atau area tanpa jangkauan sinyal telekomunikasi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali disoroti. Diskominfo Kutim membenarkan kondisi ketidakmerataan infrastruktur yang sebelumnya juga disampaikan oleh Bupati, mengidentifikasi dua faktor utama di balik permasalahan ini,keterbatasan anggaran Pemerintah Daerah (Pemda) dan orientasi profit dari penyedia layanan (provider) seluler.

‎Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Diskominfo Kutim, Sulisman, menjelaskan bahwa pembangunan menara telekomunikasi (tower) saat ini masih didominasi oleh pihak provider. Operator seluler membangun infrastruktur berdasarkan perhitungan bisnis, di mana sasaran utamanya adalah daerah yang memiliki potensi jumlah pengguna tinggi.

‎“Terus terang saja memang betul apa yang disampaikan Pak Bupati. Kalau infrastruktur tower telekomunikasi itu memang belum merata karena kan itu yang banyak dibangun oleh provider. Jadi provider membangun itu sasaran mereka itu [berdasarkan] warga yang memanfaatkan,” ujar Sulisman.


‎Sulisman membandingkan misi pemerintah daerah dengan tujuan komersial provider. Pemerintah Daerah memiliki mandat sebagai penyedia layanan publik untuk masyarakat, termasuk di area terpencil. Namun, upaya Pemda untuk mengambil alih pembangunan infrastruktur tower dihadapkan pada kendala serius.


‎“Beda kan kalau kita dengan kita Pemda ini, kan kita layanan. Nah, sementara kita untuk membangun tower sendiri kan kita masih terbatas anggaran,” tegasnya.

‎Ia menambahkan, kondisi pendanaan saat ini semakin diperberat dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran.
‎ 
‎"Apalagi sekarang ini efisiensi. Jadi kalau untuk menambah pembangunan tower kita agak kerepotan saat ini,” tambahnya.

‎Meskipun menghadapi kesulitan anggaran, Diskominfo berharap pada tahun-tahun mendatang dapat memperoleh dana yang memadai untuk membangun menara di daerah yang dikategorikan blank spot total.

‎Namun, Sulisman menekankan bahwa pembangunan tower oleh Pemda harus dilakukan melalui koordinasi erat dengan operator seluler. Hal ini penting untuk memastikan infrastruktur yang dibangun dapat langsung dimanfaatkan.

‎“Jangan sampai kita membangun tower, enggak ada isinya atau enggak ada BTS-nya juga enggak bisa kita manfaatkan. Jadi sebelum kita membangun, kita harus koordinasi juga dengan operator seluler,” tutup Sulisman.(ADV)

Tags : Kutai Timur
Bagikan :

© PT Media Borneo Kekinian . All Rights Reserved. Design by HTML Codex