Perayaan Pelas Tanah ke-10 di Kutai Timur menjadi ruang kebersamaan yang menyatukan berbagai elemen masyarakat sehingga momentum budaya ini kembali menegaskan pentingnya harmoni antarwarga di tengah dinamika sosial yang terus berubah.
Wakil Bupati Kutai Timur, H. Mahyunadi, hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan menilai bahwa tradisi lokal selalu memiliki kekuatan untuk mempererat relasi masyarakat karena nilai kebersamaannya hidup dan dirasakan warga dalam setiap prosesi.
“Pelas Tanah bukan sekadar seremonial tetapi cara kita menjaga jalinan sosial agar tetap hangat dan saling menghargai,” ujar H. Mahyunadi saat ditemui usai rangkaian acara.
Ia melihat antusiasme warga sebagai bukti bahwa budaya dapat menjadi ruang pemersatu sehingga kegiatan seperti Pelas Tanah perlu terus didorong agar generasi muda memahami nilai inklusivitas yang melekat dalam tradisi.
Mahyunadi juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah melalui program pelestarian budaya yang memberi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan identitas lokal tanpa mengabaikan perpaduan modernitas yang semakin kuat.
Pada kesempatan yang sama ia kembali menegaskan bahwa harmoni harus dijaga oleh semua pihak “Kerukunan tidak lahir begitu saja tetapi dibangun lewat partisipasi dan penghormatan terhadap nilai yang diwariskan leluhur,” ucapnya.
Ia berharap perayaan Pelas Tanah berikutnya dapat melibatkan lebih banyak komunitas serta memperluas ruang dialog budaya agar rasa kebersamaan tidak berhenti pada acara tahunan tetapi tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
Perayaan tahun ini ditutup dengan berbagai atraksi budaya dan doa bersama sebagai simbol syukur sehingga pesan yang dibawa dari Pelas Tanah ke-10 diharapkan terus mengalir dan memperkuat hubungan antarwarga Kutai Timur.(ADV)
Jl. Merdeka 3 No. 23, Rt. 86, Kec. Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kode Pos : 75117
0895340878244
mediaborneokekinian@gmail.com
© PT Media Borneo Kekinian . All Rights Reserved. Design by HTML Codex