Portal berita terkini yang menyajikan berita terbaru di Borneo maupun skala Nasional. Dapatkan update berita hari ini.

‎Puskesmas Batu Ampar Cuma Diisi Satu Dokter

puskesmas-batu-ampar-cuma-diisi-satu-dokter

‎KUTAI TIMUR – Kecamatan Batu Ampar dihadapkan pada ironi,meskipun telah memiliki gedung Puskesmas baru yang secara fisik memadai, layanan kesehatan masyarakat tetap dalam kondisi kritis akibat krisis sumber daya manusia (SDM). Puskesmas Batu Timbau saat ini hanya mengandalkan satu orang dokter untuk melayani tujuh desa, jauh dari kebutuhan ideal.

‎Camat Batu Ampar, Suriansyah, secara rutin mengajukan kebutuhan tenaga medis vital, termasuk dokter dan dokter gigi, kepada Dinas Kesehatan setempat. 

‎"Harapan kita sebenarnya kan itu harusnya ada dokter paling tidak dua, kemudian dokter gigi," kata Suriansyah belum lama ini.

‎Terdapat secercah harapan setelah Puskesmas Batu Ampar mendapatkan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Status ini secara administratif memberikan fleksibilitas kepada manajemen Puskesmas untuk melakukan rekrutmen tenaga kesehatan (nakes) secara mandiri.

‎"Kabarnya terakhir karena dia itu sudah Badan Layanan Umum Daerah, mereka membuka peluang untuk merekrut tenaga kesehatan lagi," jelas Suriansyah.

‎Namun, Camat Suriansyah menegaskan bahwa masalah telah bergeser dari izin rekrutmen menjadi daya tarik lokasi. Tantangan krusialnya kini adalah menarik tenaga kompeten untuk bekerja di daerah terpencil dengan insentif yang ditawarkan.

‎Suriansyah menyoroti bahwa nakes yang direkrut melalui mekanisme BLUD tidak serta-merta diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan gaji yang ditawarkan mungkin tidak mampu menandingi insentif PNS atau gaji di perkotaan.

‎Ia mempertanyakan efektivitas proses rekrutmen tersebut, mengingat faktor keterpencilan wilayah. 

‎"Kendalanya apakah ada yang mau bekerja di daerah yang terpencil, kita sebut terpencil ya. Bukan jadi pegawai negeri dan dengan gaji yang mereka tawarkan," ungkapnya.

‎Pemerintah Kecamatan Batu Ampar mendesak agar pemerintah daerah dapat menyusun strategi kompensasi yang lebih kompetitif dan menarik, sehingga upaya rekrutmen BLUD ini berhasil memperkuat kualitas layanan kesehatan Puskesmas yang menjadi rujukan utama masyarakat.(ADV)

Tags : Kutai Timur
Bagikan :

© PT Media Borneo Kekinian . All Rights Reserved. Design by HTML Codex