Portal berita terkini yang menyajikan berita terbaru di Borneo maupun skala Nasional. Dapatkan update berita hari ini.

Muara Ancalong Bentuk Posko Aduan dan Genjot Data Anak Tak Sekolah

muara-ancalong-bentuk-posko-aduan-dan-genjot-data-anak-tak-sekolah

Kutai Timur, - Tingginya angka anak yang tidak bersekolah di wilayah pedalaman Muara Ancalong, Kutai Timur, menjadi perhatian serius pemerintah kecamatan. Saat ini, dilakukan pendataan menyeluruh dari jenjang SD hingga SMA untuk memetakan akar masalah yang didominasi oleh faktor ekonomi dan geografis.

Camat Muara Ancalong, Muhammad Harun Rasyid, menyatakan bahwa pendataan ini merupakan langkah awal yang krusial sebelum menentukan kebijakan intervensi bersama Dinas Pendidikan.

“Kami sedang melakukan pendataan dari tingkat SD hingga SMA. Hasilnya nanti akan kami laporkan untuk tindak lanjut bersama Dinas Pendidikan,” kata Harun.

Harun Rasyid mengidentifikasi dua faktor utama yang memicu anak-anak kehilangan kesempatan belajar:
1.Faktor Ekonomi: Sebagian orang tua di pedalaman mengalami kesulitan biaya untuk menyekolahkan anak.
2.Faktor Geografis: Beberapa keluarga tinggal terlalu jauh dari pusat sekolah, sehingga membatasi akses pendidikan.

Untuk menjamin keakuratan data, proses pendataan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan perangkat desa dan tenaga pendidik di lapangan.

“Data yang akurat akan membantu kami dalam menentukan kebijakan dan intervensi yang tepat sasaran,” tegasnya.

Sebagai upaya konkret, Pemerintah Kecamatan Muara Ancalong berencana membuka posko pengaduan bagi masyarakat. Posko ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat melaporkan kasus anak-anak yang tidak bersekolah, memastikan tidak ada satupun anak yang luput dari perhatian.

“Kami ingin tidak ada anak di Muara Ancalong yang kehilangan kesempatan belajar,” ujarnya.

Camat Harun juga menyerukan agar perusahaan yang beroperasi di wilayah Muara Ancalong berkontribusi aktif melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) di sektor pendidikan. Kontribusi ini diharapkan berupa beasiswa, bantuan alat tulis, atau pembangunan fasilitas belajar untuk menekan angka anak tidak sekolah secara berkelanjutan.

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, dan sektor swasta, Harun Rasyid optimistis dapat menekan angka anak tidak sekolah setiap tahunnya demi menciptakan generasi muda yang cerdas dan siap bersaing.(ADV)

Tags : Kutai Timur
Bagikan :

© PT Media Borneo Kekinian . All Rights Reserved. Design by HTML Codex