Sangatta, - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini memiliki dokumen strategis baru yang menjadi acuan penguatan pembangunan ekonomi kawasan. Setelah menerima laporan hasil studi komprehensif dari Tim Ekspedisi Patriot 2025 yang melibatkan akademisi Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Padjadjaran (Unpad), Pemkab melalui Distransnaker menuntut seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera berkolaborasi untuk mengimplementasikan rekomendasi tersebut.
Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutim, Roma Malau, menegaskan bahwa temuan akademis ini harus diperlakukan lebih dari sekadar data.
“Tembusan kajian ini bukan hanya data. Ini adalah peta jalan. Kami di Pemkab Kutim perlu berkolaborasi antar-OPD untuk memastikan rekomendasi ini bisa diimplementasikan,” ujar Roma usai pertemuan audiensi strategis di Ruang Damar, Senin (1/12/2025).
Roma menekankan bahwa Pemkab akan menggunakan temuan UI dan Unpad sebagai acuan utama penguatan kawasan transmigrasi, terutama di wilayah Maloy–Kaliorang. Kawasan ini ditargetkan tidak lagi sekadar menjadi lokasi pemindahan penduduk, tetapi pusat nilai tambah ekonomi baru yang berkelanjutan.
Ia secara tegas menyatakan bahwa peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) harus berjalan paralel dengan pembenahan infrastruktur fisik.
“Tidak hanya peningkatan kualitas SDM, tetapi pembenahan infrastruktur juga harus berjalan beriringan. Kalau infrastruktur kita kuat, jalan tani diperbaiki, irigasi dibangun, maka ekonomi masyarakat akan bergerak. Dampaknya akan terasa sampai ke pertumbuhan makro Kutim,” tegas Roma.
Tim Ekspedisi Patriot 2025 yang diinisiasi Kementerian Transmigrasi bersama UI dan Unpad secara khusus memfokuskan studi pada potensi pengembangan kawasan Maloy-Kaliorang.
Roma memastikan bahwa semua rekomendasi yang dihasilkan oleh tim akademisi tersebut akan menjadi acuan penting bagi Pemkab Kutim dalam mewujudkan Maloy-Kaliorang sebagai pusat pertumbuhan baru. Hal ini sejalan dengan ambisi daerah untuk mempercepat program pembangunan agar tidak stagnan.
“Jika infrastruktur mendukung, maka pertumbuhan ekonomi makro di Kutim akan semakin kuat,” pungkas Roma.(ADV)
Jl. Merdeka 3 No. 23, Rt. 86, Kec. Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kode Pos : 75117
0895340878244
mediaborneokekinian@gmail.com
© PT Media Borneo Kekinian . All Rights Reserved. Design by HTML Codex