Portal berita terkini yang menyajikan berita terbaru di Borneo maupun skala Nasional. Dapatkan update berita hari ini.

Gebrakan Ekonomi Teluk Pandan: Beras Hitam Disiapkan Gantikan Padi Biasa, Target Produksi 20 Ton Diusung Jadi Merek Dagang

gebrakan-ekonomi-teluk-pandan-beras-hitam-disiapkan-gantikan-padi-biasa-target-produksi-20-ton-diusung-jadi-merek-dagang

Kutai Timur, - Pemerintah Desa Teluk Pandan, Kutai Timur, mengambil langkah kebijakan berani dengan memprioritaskan pengembangan beras hitam sebagai komoditas unggulan baru, menggantikan varietas padi konvensional. Program ambisius ini diintegrasikan langsung dengan sektor pariwisata desa, dengan target menjadikan beras hitam sebagai branding ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Program ini dikerjakan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Pertanian, pihak swasta (PAMA dan Indominko), serta Koperasi Merah Putih milik desa. Untuk tahun ini, budidaya beras hitam telah dilakukan di lahan seluas sekitar 7 hektare.

Kepala Desa Teluk Pandan, Andi Herman Fadil, mengungkapkan bahwa kebijakan ini lahir dari hasil penelitian dan pendampingan teknis yang memastikan varietas ini layak dibudidayakan di Teluk Pandan.

“Wisata sawah yang kami punya ini sekarang tahun ini isinya itu beras hitam semua,” ujarnya.

Dengan asumsi hasil panen mencapai 3 hingga 4 ton per hektare, desa menargetkan produksi beras hitam mencapai sekitar 20 ton per tahun. Angka ini disiapkan untuk memperkuat kontribusi desa dalam pemenuhan kebutuhan pangan daerah.

"Kami menargetkan produksi sekitar 20 ton per tahun yang akan dipasarkan melalui Koperasi Merah Putih dengan merek dagang 'Beras Sultan Teluk Pandan,”jelas Andi.

Produk beras hitam ini dipasarkan melalui Koperasi Merah Putih dengan merek dagang premium “Beras Sultan Teluk Pandan”. Melalui koperasi, desa memastikan proses pengemasan memenuhi standar pemasaran sehingga produk dapat bersaing di pasar lokal dan regional.

Program beras hitam tidak hanya mengandalkan potensi lahan, tetapi juga mendapat dukungan pendampingan teknis dan penelitian kelayakan dari perusahaan PAMA dan Indominko. Dukungan ini diarahkan untuk peningkatan kemampuan petani guna menjamin produksi dapat berjalan berkelanjutan di periode tanam berikutnya.

Pengembangan komoditas baru ini merupakan bagian dari upaya Pemdes Teluk Pandan untuk mengintegrasikan program desa dengan program kabupaten yang menargetkan peningkatan produksi padi dan mewujudkan nilai tambah bagi masyarakat.(ADV)

Tags : Kutai Timur
Bagikan :

© PT Media Borneo Kekinian . All Rights Reserved. Design by HTML Codex