Portal berita terkini yang menyajikan berita terbaru di Borneo maupun skala Nasional. Dapatkan update berita hari ini.

Agusriansyah Ridwan Tekankan Pentingnya Literasi Politik dalam Penguatan Demokrasi Daerah

agusriansyah-ridwan-tekankan-pentingnya-literasi-politik-dalam-penguatan-demokrasi-daerah

Samarinda – Dalam upaya memperkuat kualitas demokrasi di tingkat daerah, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Dr. Agusriansyah Ridwan, S.IP., M.Si kembali melaksanakan kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ke-3 dengan mengangkat tema “Literasi Politik untuk Kemajuan Bangsa dan Negara”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 12 April 2026, pukul 10.00 WITA, dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, mahasiswa, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya peran aktif dalam kehidupan demokrasi. Dalam suasana yang hangat dan penuh antusiasme, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan serius dan interaktif.

Bertindak sebagai moderator, Abdul Mihammad Rachim, S.P memandu jalannya diskusi dengan komunikatif dan dinamis, sehingga menciptakan ruang dialog yang terbuka antara narasumber dan peserta. Adapun narasumber yang hadir dalam kegiatan ini adalah Akbar Tanjung, S.P sebagai pemateri pertama dan Dedi Nur, S.Pd sebagai pemateri kedua.

Dalam sambutannya, Dr. Agusriansyah Ridwan menegaskan bahwa literasi politik merupakan aspek fundamental dalam membangun demokrasi yang sehat, matang, dan berkelanjutan. Ia menilai bahwa masih banyak masyarakat yang belum memiliki pemahaman yang utuh mengenai politik, sehingga rentan terhadap informasi yang menyesatkan dan manipulatif.

“Literasi politik sangat penting agar masyarakat tidak hanya menjadi objek dalam proses demokrasi, tetapi juga menjadi subjek yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat menentukan pilihan secara rasional serta turut mengawal jalannya pemerintahan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti tantangan demokrasi di era digital yang semakin kompleks. Arus informasi yang begitu cepat, menurutnya, menuntut masyarakat untuk memiliki kemampuan dalam memilah dan menganalisis informasi, terutama yang berkaitan dengan isu-isu politik.

Pemateri pertama, Akbar Tanjung, S.P dalam paparannya menjelaskan bahwa literasi politik tidak hanya sebatas pengetahuan tentang sistem pemerintahan, tetapi juga mencakup kemampuan dalam memahami dinamika sosial-politik serta peran individu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menekankan bahwa rendahnya literasi politik dapat berdampak pada meningkatnya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta polarisasi di tengah masyarakat.

“Di era media sosial saat ini, setiap orang bisa menjadi produsen informasi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam menyaring serta menyebarkan informasi, khususnya yang berkaitan dengan politik,” jelasnya.

Sementara itu, pemateri kedua, Dedi Nur, S.Pd menyoroti pentingnya peran generasi muda sebagai garda terdepan dalam memperkuat demokrasi. Ia menyampaikan bahwa pemuda memiliki potensi besar dalam membawa perubahan positif, namun hal tersebut harus diiringi dengan pemahaman politik yang baik serta integritas yang kuat.

“Generasi muda harus menjadi agen perubahan yang tidak hanya aktif, tetapi juga cerdas dalam berpolitik. Literasi politik akan membantu mereka untuk tidak mudah terprovokasi serta mampu berkontribusi dalam menciptakan demokrasi yang lebih inklusif dan berkeadilan,” tuturnya.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan adanya sesi tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk menyampaikan berbagai pertanyaan, pandangan, serta pengalaman terkait kondisi demokrasi saat ini. Beberapa peserta juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap maraknya disinformasi politik serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi di tingkat lokal.

Menanggapi hal tersebut, para narasumber sepakat bahwa peningkatan literasi politik harus menjadi tanggung jawab bersama, baik oleh pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, maupun individu itu sendiri. Edukasi politik yang berkelanjutan dinilai menjadi kunci dalam membangun masyarakat yang sadar akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara.

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemangku kebijakan dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan responsif.

Dengan terselenggaranya Penguatan Demokrasi Daerah ke-3 ini, Dr. Agusriansyah Ridwan berharap masyarakat Kalimantan Timur semakin memiliki kesadaran politik yang tinggi serta mampu berperan aktif dalam menjaga dan mengawal demokrasi demi kemajuan bangsa dan negara.

Tags : sangata penguatan demokrasi
Bagikan :

© PT Media Borneo Kekinian . All Rights Reserved. Design by HTML Codex